Minggu, 27 Desember 2015

Statistika SD



A.      Mengumpulkan data
Sebelum memperoleh sebuah data, maka kita harus melakukan proses pengumpulan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu:
1.         Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan penelitian. Misalnya kita meneliti tinggi badan teman sekelas, dengan begitu berarti kita telah mengumpulkan data yang berupa tinggi badan.
Dibawah ini adalah contoh data hasil pengukuran tinggi badan siswa kelas VI SD 05 dalam satuan sentimeter.
138         140      137      136      141      142      139
140         136      138      138      139      141      140
141         142      137      138      138      139      136
2.      Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan, biasanya dilakukan jika ingin diketahui hal-hal yang lebih detail.
3.      Kuesioner
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada seseorang untuk di jawab.
Contoh pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket:
Guru olahraga ingin mengetahui jenis olahraga apa yang digemari siswa kelas VI SD 05. Ia membuat pertanyaan pada selembar kertas. Pertanyaan tersebut digandakan, kemudian dibagikan ke siswa. Siswa diminta mengisi dan mengumpulkannya.

Lingkarilah pada jenis olahraga yang kamu sukai:
a.       Sepakbola
b.      Badminton
c.       Volly
d.      Basket







4.      Pengumpulan dari berbagai sumber
Pengumpulan data dengan mengambil data dari sumber-sumber terkait, contohnya: data yang dimiliki perusahaan, data BPS, browsing di internet dan sebagainya.

B.       Membaca data
Cara membaca data dapat dipelajari dengan memperhatikan contoh-contoh berikut ini.
Contoh:
Pada semester II, nilai ulangan Matematika yang diperoleh Sari adalah :
7, 6, 8, 10, 9, 10
Dari data tersebut, tentukanlah :
Berapa kali Sari ikut ulangan Matematika ?
Berapa nilai terendah dan tertinggi yang Sari peroleh ?
Berapa kali Sari memperoleh nilai 10 ?
Jawab :
Banyaknya ulangan yang Sari ikuti adalah banyak data tersebut. Banyak data ulangan tersebut ada 6. Jadi, ia mengikuti 6 kali ulangan Matematika.
Nilai terendah adalah nilai paling kecil dari data tersebut, yaitu 6. Dan nilai tertinggi adalah nilai paling besar dari data tersebut, yaitu 10.
Dari data diketahui Sari memperoleh nilai 10 sebanyak 2 kali.




C.       Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel
Setelah memperoleh data, biasanya data-data tersebut disajikan dalam beragam bentuk. Salah satunya dengan menggunakan tabel.
Dibawah ini adalah contoh data hasil pengukuran tinggi badan siswa kelas VI SD 05 dalam satuan sentimeter.
138         140      137      136      141      142      139
140         136      138      138      139      141      140
141         142      137      138      138      139      136
Langkah-langkah menyajikan data dalam bentuk tabel:
1.         Urutkan data tersebut mulai dari yang terkecil
136         136      136      137      137      138      138
138         138      138      139      139      139      140
140         140      141      141      141      142      142
2.         Menyajikan data dalam bentuk tabel
Buatlah tabel dengan kolom seperti berikut. Setelah itu isikan sesuai data yang diurutkan.
Tinggi Badan
Banyak Siswa
136
3
137
2
138
5
139
3
140
3
141
3
142
2

3.         Menafsirkan data
Dari tabel di atas kita bisa mengetahui banyak siswa dengan tinggi 136 cm ada 2, tinggi 138 cm paling banyak, dan tinggi anak paling tinggi adalah 142 cm


D.      Mengolah Data
Pengolahan data adalah mentabulasi data, menjumlahkan atau memilah-milah data menjadi data yang siap di sajikan dan kemudian di analisis sesuai dengan kebutuhan.
1.         Mean (rata-rata)
Mean adalah rata-rata perolehan dari sejumlah data dibagi banyaknya data. Untuk menghitung rata-rata (mean) menggunakan rumus sebagai berikut:
Contoh:
Nilai ulangan IPA Dika tercatat sebagai berikut:
6, 5, 8, 7, 9, 7, 8, 6, 10, 9
Jumlah nilai Dika = 6 + 5 + 9 + 7 + 9 + 7 + 8 + 6 + 9 + 9 = 73
Banyak ulangan yang dilakukan Dika = 10 kali ulangan
Jadi, rata-rata nilai ulangan Dika =  = 7,3

2.         Modus
Modus adalah nilai yang paling sering muncul diantara sekelompok data.
Contoh:
Dari data ulangan yang diperoleh Dika diatas dapat ditentukan modusnya yaitu 9, karena munculnya paling banyak yaitu 4 kali.







Setelah data dimasukkan ke dalam tabel, untuk menentukan modus berpedoman pada frekuensi data tersebut.
Tinggi Badan (cm)
Banyak Siswa (frekuensi)
142
3
143
2
144
5
145
7
146
3
Jumlah Siswa
20
Modus pada tabel diatas adalah 145 cm, yaitu muncul 7 siswa.

3.         Median
Median adalah nilai tengah dari sejumlah data. Untuk menemukan median, sebelumnya data harus diurutkan terlebih dahulu. Jika data tersebut berjumlah ganjil, maka akan lebih mudah dalam menentukan median. Jika data tersebut jumlahnya genap, dua data (nilai) yang ada di tengah-tengah dijumlah kemudian dibagi 2.
Contoh:
Nilai ulangan Dika setelah diurutkan: 5, 6, 6, 7, 7, 8, 8, 9, 9, 9
Karena Dika mengikuti 10 kali ulangan, maka median =  = 7,5



BAB III
PROBLEMATIKA

1.        Banyak dijumpai siswa kurang cermat saat menentukan median dari suatu data. Siswa sering menentukan median data tanpa diurutkan terlebih dahulu datanya. Padahal sebelum menentukan median, data harus urut dahulu.
2.        Pada saat ingin mentukan modus suatu data, ternyata ada dua atau lebih data yang mempunyai frekuensi yang sama, sehingga siswa akan bingung untuk memilih yang mana. Karena siswa sudah beranggapan kalau modus dari data itu hanya satu.


BAB IV
PEMBAHASAN DAN SOLUSI

1.        Nilai ulangan Bahasa Indonesia Unyil saat semester 1 adalah 6, 9, 7, 8, 9. Berapakah nilai tengah (median) Unyil?
Penyelesaian:
Pada siswa yang kurang cermat, mereka dengan yakinnya akan menjawab 7. Karena hal ini telah dianggap mudah oleh siswa. Padahal sebelum siswa menentukan median, siswa harus mengurutkan data tersebut terlebih dahulu.
Data tersebut setelah diurutkan menjadi: 6, 7, 8, 9, 9.
Jadi median dari ulangan Unyil adalah 8.
Solusi:
Sebagai seorang pendidik, kita harus senantiasa melatih ketelitian siswa kita. Kita dapat melatihnya dengan memberikan soal-soal latihan yang harus dikerjakan dalam kurun waktu tertentu.
2.        Berikut data berat badan siswa kelas 6 SD 05:
Berat Badan (dalam kg)
Banyak Siswa
34
1
35
3
36
6
37
5
38
4
39
6
40
2
Jumlah Siswa
27
Modus berat badan siswa kelas 6 SD 05 adalah…
Penyelesaian:
Modus berat badan siswa kelas 6 SD 05 adalah 36 dan 38. Dalam kasus ini terdapat 2 modus, yaitu 36 dan 38. Hal tersebut karena frekuensi siswa dengan berat badan 36 kg dan 38 kg sama, yaitu 6 siswa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar