A. Mengumpulkan
data
Sebelum
memperoleh sebuah data, maka kita harus melakukan proses pengumpulan data.
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu:
1.
Observasi
Observasi
adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan penelitian. Misalnya
kita meneliti tinggi badan teman sekelas,
dengan begitu berarti kita telah mengumpulkan data yang berupa tinggi badan.
Dibawah ini adalah
contoh data hasil pengukuran
tinggi badan siswa kelas VI SD 05 dalam satuan sentimeter.
138 140 137 136 141 142 139
140 136 138 138 139 141 140
141 142 137 138 138 139 136
2.
Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan
pertanyaan secara lisan, biasanya dilakukan jika ingin diketahui hal-hal yang
lebih detail.
3.
Kuesioner
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada seseorang untuk di jawab.
Contoh pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket:
Guru olahraga
ingin mengetahui jenis olahraga
apa yang digemari siswa kelas VI SD 05.
Ia membuat pertanyaan pada selembar kertas. Pertanyaan tersebut
digandakan, kemudian dibagikan ke siswa. Siswa diminta mengisi dan
mengumpulkannya.
|
Lingkarilah
pada jenis olahraga yang kamu sukai:
a.
Sepakbola
b.
Badminton
c.
Volly
d.
Basket
|
4.
Pengumpulan
dari berbagai sumber
Pengumpulan data dengan mengambil data dari sumber-sumber
terkait, contohnya: data yang dimiliki perusahaan,
data
BPS, browsing
di internet
dan sebagainya.
B. Membaca
data
Cara membaca data dapat dipelajari
dengan memperhatikan contoh-contoh berikut ini.
Contoh:
Pada
semester II, nilai ulangan Matematika yang diperoleh Sari adalah :
7, 6, 8, 10, 9, 10
Dari
data tersebut, tentukanlah :
Berapa kali Sari ikut ulangan
Matematika ?
Berapa nilai terendah
dan tertinggi yang Sari
peroleh ?
Berapa kali Sari memperoleh nilai 10 ?
Jawab
:
Banyaknya
ulangan yang Sari
ikuti adalah banyak data tersebut. Banyak data ulangan tersebut ada 6. Jadi, ia
mengikuti 6 kali ulangan Matematika.
Nilai
terendah adalah nilai paling kecil dari data tersebut, yaitu 6. Dan nilai tertinggi
adalah nilai paling besar dari data tersebut, yaitu 10.
Dari
data diketahui Sari
memperoleh nilai 10 sebanyak
2 kali.
C. Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel
Setelah memperoleh
data, biasanya data-data tersebut disajikan dalam beragam bentuk. Salah satunya
dengan menggunakan tabel.
Dibawah ini adalah
contoh data hasil pengukuran
tinggi badan siswa kelas VI SD 05 dalam satuan sentimeter.
138 140 137 136 141 142 139
140 136 138 138 139 141 140
141 142 137 138 138 139 136
Langkah-langkah menyajikan data dalam bentuk tabel:
1.
Urutkan data tersebut mulai dari yang terkecil
136 136 136 137 137 138 138
138 138 138 139 139 139 140
140 140 141 141 141 142 142
2.
Menyajikan data dalam bentuk tabel
Buatlah tabel dengan kolom seperti
berikut. Setelah itu isikan sesuai data yang diurutkan.
|
Tinggi Badan
|
Banyak Siswa
|
|
136
|
3
|
|
137
|
2
|
|
138
|
5
|
|
139
|
3
|
|
140
|
3
|
|
141
|
3
|
|
142
|
2
|
3.
Menafsirkan data
Dari tabel di atas kita bisa
mengetahui banyak siswa dengan tinggi 136 cm ada 2, tinggi 138 cm
paling banyak, dan tinggi anak paling tinggi adalah 142 cm
D. Mengolah Data
Pengolahan data adalah
mentabulasi data, menjumlahkan atau memilah-milah data menjadi
data yang siap di sajikan dan kemudian di analisis sesuai dengan kebutuhan.
1.
Mean
(rata-rata)
Mean
adalah rata-rata perolehan dari sejumlah data dibagi banyaknya data. Untuk
menghitung rata-rata (mean) menggunakan rumus sebagai berikut:
Contoh:
Nilai ulangan IPA Dika tercatat sebagai
berikut:
6, 5, 8, 7, 9, 7, 8, 6, 10, 9
Jumlah nilai Dika = 6 + 5 + 9 + 7 + 9 + 7
+ 8 + 6 + 9 + 9 = 73
Banyak ulangan yang dilakukan Dika = 10
kali ulangan
Jadi, rata-rata nilai ulangan Dika =
= 7,3
2.
Modus
Modus
adalah nilai yang paling sering muncul diantara sekelompok data.
Contoh:
Dari data ulangan yang diperoleh Dika
diatas dapat ditentukan modusnya yaitu 9, karena munculnya paling banyak yaitu
4 kali.
Setelah
data dimasukkan ke dalam tabel, untuk menentukan modus berpedoman pada
frekuensi data tersebut.
|
Tinggi Badan (cm)
|
Banyak
Siswa (frekuensi)
|
|
142
|
3
|
|
143
|
2
|
|
144
|
5
|
|
145
|
7
|
|
146
|
3
|
|
Jumlah
Siswa
|
20
|
Modus
pada tabel diatas adalah 145 cm, yaitu muncul 7 siswa.
3.
Median
Median
adalah nilai tengah dari sejumlah data. Untuk menemukan median, sebelumnya data
harus diurutkan terlebih dahulu. Jika data tersebut berjumlah ganjil, maka akan
lebih mudah dalam menentukan median. Jika data tersebut jumlahnya genap, dua
data (nilai) yang ada di tengah-tengah dijumlah kemudian dibagi 2.
Contoh:
Nilai ulangan Dika setelah diurutkan: 5,
6, 6, 7, 7, 8, 8, 9, 9, 9
Karena Dika mengikuti 10 kali ulangan,
maka median =
= 7,5
BAB III
PROBLEMATIKA
1.
Banyak dijumpai
siswa kurang cermat saat menentukan median dari suatu data. Siswa sering menentukan
median data tanpa diurutkan terlebih dahulu datanya. Padahal sebelum menentukan
median, data harus urut dahulu.
2.
Pada saat ingin
mentukan modus suatu data, ternyata ada dua atau lebih data yang mempunyai
frekuensi yang sama, sehingga siswa akan bingung untuk memilih yang mana.
Karena siswa sudah beranggapan kalau modus dari data itu hanya satu.
BAB IV
PEMBAHASAN DAN SOLUSI
1.
Nilai ulangan
Bahasa Indonesia Unyil saat semester 1 adalah 6, 9, 7, 8, 9. Berapakah nilai
tengah (median) Unyil?
Penyelesaian:
Pada siswa
yang kurang cermat, mereka dengan yakinnya akan menjawab 7. Karena hal ini
telah dianggap mudah oleh siswa. Padahal sebelum siswa menentukan median, siswa
harus mengurutkan data tersebut terlebih dahulu.
Data
tersebut setelah diurutkan menjadi: 6, 7, 8, 9, 9.
Jadi median
dari ulangan Unyil adalah 8.
Solusi:
Sebagai seorang pendidik, kita harus senantiasa
melatih ketelitian siswa kita. Kita dapat melatihnya dengan memberikan
soal-soal latihan yang harus dikerjakan dalam kurun waktu tertentu.
2.
Berikut data
berat badan siswa kelas 6 SD 05:
|
Berat Badan (dalam kg)
|
Banyak Siswa
|
|
34
|
1
|
|
35
|
3
|
|
36
|
6
|
|
37
|
5
|
|
38
|
4
|
|
39
|
6
|
|
40
|
2
|
|
Jumlah Siswa
|
27
|
Modus berat badan siswa
kelas 6 SD 05 adalah…
Penyelesaian:
Modus berat badan siswa kelas 6 SD 05 adalah 36 dan 38. Dalam kasus ini
terdapat 2 modus, yaitu 36 dan 38. Hal tersebut karena frekuensi siswa dengan
berat badan 36 kg dan 38 kg sama, yaitu 6 siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar